Aman Buat Diabetes, Inilah Jamur Lendir Yang Rasanya Manis
Fri, 30 Jan 2026Posted by AdminMakanan manis memang sangat diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari makanan ringan hingga berat. Namun, di sisi kenikmatan dari makanan manis ada efek samping yang menghantui. Diabetes menjadi penyakit yang kadang dihiraukan oleh penikmat kuliner. Kerap kali makanan atau minuman dari pemanis buatan yang mempunyai rasa aneh di fase aftertaste, pemanis lainnya pun juga tetap dapat memicu kenaikan gula darah.
Beberapa puluh tahun, dunia medis gencar mencari alternatif gula alami yang rasanya manis, rendah kalori, dan tidak menyebabkan peningkatan kadar insulin. Pemanis buatan tersebut diharapkan dapat membuat makanan dan minuman manis menjadi lebih sehat. Berdasarkan Science Alert, jamur lendir (slime mold) akan dikembangkan dan berpotensi diproduksi dalam skala yang jauh lebih besar dengan memanfaatkan enzim dari jamur tersebut.
Gula alami dari jamur lendir itu disebut sebagai Tagatose. Berdasarkan studi yang diterbitkan dari Cell Reports Physical Science, Tagatose memiliki rasa yang 92 persen lebih manis daripada gula pasir dan kandungannya hanya sekitar sepertiga kalori. Terlebih tidak menyebabkan peningkatan kadar insulin yang justru malah menarik bagi penderita diabetes atau masalah tingginya kadar glukosa darah.
Tagatose tidak memiliki efek yang sama dengan pemanis lain adalah karena sebagian besar tampaknya difermentasi di usus besar. Hanya sebagian besar yang diserap ke aliran darah melalui usus kecil. Di dalam saluran pencernaan, gula langka ini akan dimetabolisme yang mirip dengan cara fruktosa sehingga pengidap intoleransi fruktosa harus berhati-hati. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat Makanan AS (FDA) sudah mengakui aman untuk dikonsumsi.
Tidak seperti sukrosa yang memberi makan bakteri tertentu ke mulut yang punya potensi merusak gigi, tapi tagatose justru dianggap lebih “ramah gigi” dan bahkan mungkin manfaat prebiotik untuk mikrobioma mulut. Tagatose juga dapat dipanggang dalam makanan, tidak sama halnya dengan pengganti pemanis intensitas tinggi lainnya. Saat ini sudah terdapat proses produksi tagatose namun tidak dengan jumlah besar karena dalam pembuatannya tidak efisien dan menggunakan biaya yang mahal.
