Jalan Kaki Lebih Diminati Daripada Lari? Berikut 5 Kelebihannya!

Jalan Kaki Lebih Diminati Daripada Lari? Berikut 5 Kelebihannya!

Fri, 23 Jan 2026Posted by Admin

Anak muda sekarang sedang gemar melakukan jalan kaki karena dinilai sebagai olahraga yang tidak terlalu kompetitif. Hal tersebut juga didasarkan karena generasi muda suka merekam video kesehariannya untuk diunggah pada akun media sosial. Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan RI menyambut positif atas meningkatnya aktivitas jalan kaki. “Bagus dong. Yang penting aktif. Mau olahraga apapun, lari, jalan kaki, padel yang penting sesuai dengan anjuran WHO, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari,” kata Budi, Senin (19/1), mengutip dari detikhealth.

Mengutip dari Eating Well, dampak dari olahraga jalan kaki jauh lebih rendah dan mudah diakses dibandingkan lari yang jauh lebih tinggi intensitasnya dalam aktivitas fisik. Tidak jarang pelari yang fokus pada target pace, personal best, podium lomba sehingga olahraga lari kerap kali dipersepsikan sebagai olahraga yang semakin kompetitif.

Olahraga jalan kaki mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan lari. Pertama, jalan kaki bermanfaat terhadap pergerakan pada sendi tanpa tekanan yang berlebihan sehingga olahraga tersebut dinilai lebih aman bagi orang yang mengalami masalah pada lutut, berat badan berlebih, lansia, maupun orang yang mau melakukan pemulihan selepas cidera. Kedua, olahraga jalan kaki jauh lebih fleksibel dan dapat dilakukan secara konsisten karena tidak mengganggu waktu seperti jalan kaki sebelum sarapan, setelah makan malam, atau di sela jam kerja. Seringkali yang membuat olahraga tidak konsisten adalah olahraga yang mengundang rasa lelah berlebihan, nyeri otot, hingga tekanan mental.

Ketiga, Jalan kaki menawarkan efek berbeda dibanding lari yang justru meningkatkan detak jantung, memendekkan nafas, dan berfokus pada peningkatan performa. Olahraga ini bersifat ritmis dan menyenangkan apalagi jika dilakukan pada ruang terbuka hijau, banyak terapis yang merekomendasikan olahraga jalan kaki untuk menurunkan ketegangan sistem saraf dan memperbaiki suasana hati secara alami. Keempat, keunggulan lain dari jalan kaki adalah menjaga pembakaran energi agar tetap stabil tanpa perlu merangsang nafsu makan. Aktivitas ini dapat membantu mengontrol gula darah dan juga meningkatkan sensitivitas insulin. Berbeda dengan lari secara cepat membakar kalori tetapi seringkali diikuti dengan rasa lapar yang berlebihan setelah beraktivitas. Hal tersebut justru memicu makan lebih banyak setelah melakukannya.

Kelima, setiap orang pasti mempunyai variasi stamina yang berbeda-beda yang tidak memungkinkan untuk melakukan olahraga lari. Jalan kaki jauh lebih inklusif karena tidak terlalu rumit dan tidak perlu menggunakan peralatan khusus serta tempat tertentu. Akan tetapi, tidak bisa dikesampingkan bahwa olahraga lari memang dilakukan untuk mengejar peningkatan stamina, kecepatan, dan kardiovaskular tingkat lanjut.