7 Updates

Fri, 23 Feb 2024
Fri, 23 Feb 2024

Puting Beliung Sebabkan Ratusan Rumah di Kab. bandung dan Sumedang Rusak

Angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Sumedang dan Bandung pada Rabu (21/2) pukul 17.15 WIB menyebabkan kerusakan yang signifikan, terutama di Kabupaten Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dan pemutakhiran dampak kejadian ini. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbaru yang dirilis pada Kamis (22/2) pukul 10.00 WIB, BPBD Kabupaten Bandung mencatat bahwa sebanyak 493 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut meliputi rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Rinciannya, terdapat 223 rumah rusak ringan, 119 rumah rusak sedang, dan 151 rumah rusak berat. Selain itu, 18 bangunan pabrik dan toko juga terdampak oleh angin kencang ini. Di sisi lain, Kabupaten Sumedang juga tidak luput dari dampak buruk angin puting beliung ini. Terdapat 10 unit rumah yang mengalami kerusakan sedang, serta 13 bangunan pabrik yang juga terdampak. Total warga yang terdampak di Sumedang mencapai 412 KK atau sekitar 1.359 jiwa. Selain itu, 12 orang juga mengalami luka-luka, sementara 21 KK atau sekitar 74 jiwa mengungsi.​​​​​​ Untuk membantu warga yang terdampak, Batalyon 330 dan Kementerian Sosial telah mendirikan tenda sementara untuk warga yang mengungsi, khususnya bagi mereka yang berasal dari Kampung Situbuntu, Desa Mangun Arga, Kecamatan Cimanggung. Selain itu, warga juga telah dievakuasi ke musala setempat. Upaya pembersihan dan pemulihan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sumedang dan Bandung, dengan bantuan personel Basarnas, TNI, Polri, aparat desa, kecamatan, dan warga setempat. Selain itu, pendataan dan asesmen kebutuhan juga terus dilakukan untuk mengatasi situasi pascabencana. BPBD Provinsi Jawa Barat juga telah berkoordinasi dengan wilayah terdampak dan turut membantu dalam melakukan asesmen di lapangan. Mereka juga memberikan bantuan terpal untuk menutup atap secara darurat bagi rumah yang rusak.  

READ MORE