Siswa/i SMA Insan Cendekia Madani Menggelegarkan Panggung GKJ Dengan Penampilan Teater Samudra Menanti

Siswa/i SMA Insan Cendekia Madani Menggelegarkan Panggung GKJ Dengan Penampilan Teater Samudra Menanti

Fri, 02 May 2025Posted by Admin

SMA Insan Cendekia Madani Angkatan 14 menggelar teater dengan tajuk “Samudra Menanti".

Pementasan teater merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas X sebagai  program professional development mereka.  “Samudra Menanti” memiliki makna tentang keinginan yang kuat untuk meraih mimpi, terombang-ambing di ambang keraguan, terbebani oleh banyak cobaan yang muncul dari lautan yang  dalam dan tak berujung. Namun, mereka berpegang teguh pada harapan mereka, percaya bahwa dengan hati yang pantang menyerah, bahkan keinginan terjauh pun dapat digenggam. Pertunjukkan teater "Samudera Menanti" sukses digelar pada Kamis, 1 Mei 2025.
 
Pertunjukkan ini berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta dan dihadiri oleh banyak orang. Tema yang diangkat pada teater “Samudra Menanti” cukup berbeda dari tema yang kerap dekat  dengan siswa/i ICM. Kami memilih tema yang cukup menantang adrenalin, dan jika dibahasakan kami mencoba keluar dari “Zona nyaman”, kami ingin mencoba sesuatu yang baru yakni dengan ambisi untuk mengupas tuntas masa lalu, maka kami mengambil latar tahun 1938.
 
Ini adalah kisah tentang pencarian suci yang dihormati sepanjang masa - ziarah ke tanah suci di bawah penjajahan Belanda. Pada masa itu, hanya orang-orang terpilih yang dapat menunaikan ibadah haji, dan perjalanannya sangat panjang dan berat, hampir setahun terombang-ambing di atas ombak. Umar Mappatoba, seorang tetua yang bijaksana, sebuah nyala api di malam yang paling gelap, berjalan bersama Nyonya Andi Sapada, Bondengga Layar, dan Bonda Nyompa saat mereka  mengarungi lautan luas, masing-masing mencari bentuk sejati dari kehidupan mereka. Ini adalah kisah tentang keyakinan yang mendalam, pencarian jati diri, makna kebebasan sejati, dan pencarian jawaban atas teka-teki besar kehidupan. 
 
Yang mengupas luka terdalam dalam diri mereka. Dimana hal itu lah yang mendorong mereka untuk terus maju dalam kehidupan. Diantaranya ialah perdamaian, kehilangan, kekalahan, belajar merelakan, dan juga kesungguhan dalam berdakwah. Tak dapat dipungkiri, banyak sekali suka dan duka yang telah dilewati oleh seluruh yang terlibat pada keberlangsungan teater ini.

Semua memang tidak selalu sesuai rencana, terkadang tidak dapat meraih ekspektasi yang ada, dan kami telah melewati titik-titik terendah hingga mempertanyakan “Apakah kami layak untuk tampil?” namun seiring berjalannya waktu, kami percaya bahwa semua dapat terjadi dengan satu hal, yaitu bersama-sama. Semua terasa berat, namun ketika banyak yang ikut menopang “Berat” itu maka semua akan terasa ringan.

Kami juga jadi mengetahui bahwa “Teater” bukan tentang penampilan teater namun ini adalah media untuk kita belajar, belajar untuk bekerja sama menjadi satu kesatuan, belajar untuk membagi waktu, belajar untuk menghadapi berbagai masalah. Kami, angkatan 14 bersama-sama menerjang seluruhbadai yang tak kunjung surut, bersama-sama untuk mencapai 1 tujuan yang sama, menampilkan teater samudra menanti.

Jose Rizal Manua, pendiri Teater Tanah Air sekaligus guru besar teater SMA ICM menyampaikan bahwa pementasan Samudra Menanti merupakan teater yang menarik karena mampu memadukan dua tema sekaligus, yakni tema dakwah agama dan tema kesejarahan. Selain itu, pementasan ini juga tak hanya menghadirkan seni teater, tetapi juga seni tari, seni musik, dan seni bela diri. Ia juga menilai bahwa pagelaran teater seperti "Samudera Menanti", dapat memantik ketertarikan anak muda terhadap kesenian di era digitalisasi.
 
“Pertunjukkan Teater ICM bukan sekedar pertunjukan seni biasa. Pertunjukkan ini merupakan sarana menumbuhkan karakter, kreativitas, dan rasa empati. Pertunjukkan teater ICM juga bertujuan untuk pengembangan diri, baik soft skills maupun hard skills siswa melalui program Professional Development Day (PDD). Program ini dilakukan setiap hari Selasa di sekolah” ujar Bapak Chabib Musthofa, Kepala Sekolah Insan Cendekia Madani.
 
Kami percaya bahwa teater ini dapat diselenggarakan atas kerja sama oleh seluruh pihak, dan semua memiliki peranan penting atas keberhasilan teater ini. Terima kasih tidak akan cukup bagi para sponsor dan donatur yang telah membantu untuk mewujudkan teater ini. Sekaligus, terima kasih untuk segala bentuk kerja keras para komite (Guru dan Siswa) Teater Samudra Menanti yang telah menggelegarkan panggung GKJ dengan penampilan yang spektakuler!