Kamu Pecinta Ikan Hias? Jangan Langsung Pakai Air Keran Saat Mengisi Akuarium
Mon, 03 Nov 2025Posted by AdminBagi para pecinta ikan hias, memakai air keran untuk mengisi akuarium memang terasa paling praktis. Cukup buka keran, biarkan air mengalir, dan wadah pun penuh. Namun, kemudahan ini bisa menimbulkan masalah serius bagi penghuni akuarium. Air keran yang tampak jernih belum tentu aman untuk ikan, terutama jika belum melalui proses pengolahan.
Menurut situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran sebaiknya tidak langsung digunakan karena bisa mengandung bahan disinfektan seperti klorin dan kloramin. Kedua zat kimia ini berfungsi membunuh bakteri berbahaya dalam air minum manusia, tetapi justru beracun bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasannya.
Bahaya Menggunakan Air Keran Langsung untuk Ikan
Klorin dan kloramin sangat berbahaya bagi organisme air. Kontak langsung dapat mengiritasi insang, menghambat kemampuan bernapas, bahkan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, pH dan tingkat kesadahan air keran berbeda di setiap daerah, sehingga bisa membuat ikan stres dan mudah sakit.
Seperti dijelaskan di laman Petco, kualitas air merupakan faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan. Air yang tidak diolah dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah pada akuarium rumahan.
Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Akuarium
Untuk membuat air keran aman digunakan, terdapat beberapa cara sederhana. Masih mengutip dari Petco, metode paling praktis ialah memakai water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli di toko ikan dan berfungsi menetralkan klorin serta kloramin hanya dalam beberapa menit.
FDACS juga menjelaskan bahwa air keran dapat didiamkan selama 24–48 jam di wadah terbuka agar kandungan klorin menguap secara alami, meskipun cara ini kurang efektif terhadap kloramin. Filtrasi menggunakan karbon aktif juga disarankan karena mampu menyerap sisa bahan kimia dalam air.
Sebagai langkah tambahan, sebaiknya lakukan pemeriksaan parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum air dimasukkan ke akuarium, guna menjaga kestabilan ekosistem akuatik.
Tips Saat Mengganti Air Akuarium
Meskipun air sudah diproses, penggantian air sebaiknya dilakukan secara bertahap. Ganti sekitar 20–30% volume air agar ikan tidak stres dan keseimbangan bakteri baik tetap terjaga. Pastikan pula suhu air pengganti sesuai dengan suhu dalam akuarium untuk mencegah temperature shock.
Dengan pengolahan yang tepat, air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium. Melalui langkah sederhana seperti penambahan dechlorinator, pengendapan air, atau penggunaan filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.
