Game ‘ArcheAge’ Tunjukkan Pilihan Manusia Di Ujung Kehancuran!
Tue, 28 Oct 2025Posted by AdminSebuah penelitian melalui video game berhasil mengungkap bagaimana manusia akan bertindak ketika dunia berada di ambang kehancuran. Tim peneliti menggunakan permainan daring bergenre massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) berjudul ArcheAge sebagai media eksperimen untuk memahami perilaku manusia saat menghadapi akhir dunia.
Dalam riset yang berlangsung selama tahap uji beta, para pemain dibiarkan bermain seperti biasa, menjalankan misi, menjelajah dunia, meningkatkan level, dan mengumpulkan perlengkapan. Namun, pada minggu ke-11, mereka diberi tahu bahwa server permainan akan dihapus, sehingga seluruh progres dan karakter yang telah dibangun akan hilang.
“Dengan begitu, tindakan para pemain di hari-hari terakhir kehilangan makna karena tidak lagi memiliki konsekuensi,” tulis tim peneliti dalam makalah pracetak yang belum melalui proses peninjauan sejawat.
Menurut laporan IFL Science, para peneliti menilai penghapusan dunia digital ini dapat menjadi gambaran kecil dari kiamat di dunia nyata. Tujuannya adalah menjawab pertanyaan klasik: apakah manusia tetap mempertahankan moral ketika akhir dunia semakin dekat?
Tim meneliti lebih dari 270 juta data perilaku pemain, termasuk aktivitas peningkatan level dan penyelesaian misi, untuk melihat apakah ada perubahan perilaku setelah pemain mengetahui bahwa dunia permainan akan berakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pemain tetap bersikap damai, meskipun ada sedikit peningkatan tindakan kekerasan dari segelintir pemain yang memilih melakukan pembunuhan massal.
“Temuan kami menunjukkan bahwa secara umum tidak terjadi perubahan perilaku yang berarti, walaupun ada sebagian kecil pemain yang memperlihatkan perilaku antisosial seperti membunuh pemain lain,” tulis tim tersebut.
Selain itu, para pemain tampak tidak lagi fokus mengembangkan karakter mereka, terlihat dari penurunan aktivitas misi, peningkatan level, dan kemampuan menjelang akhir permainan.
Tim peneliti mencatat bahwa pemain yang bertahan hingga akhir permainan cenderung lebih damai dan menunjukkan loyalitas tinggi terhadap dunia virtual tersebut. Sementara pemain yang memilih keluar lebih awal, disebut churners, cenderung berperilaku lebih agresif karena kehilangan rasa keterikatan dan tanggung jawab terhadap permainan.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketika kiamat tiba, manusia kemungkinan tidak akan menghabiskan waktu untuk pengembangan diri, seperti berolahraga atau meningkatkan kemampuan.
Secara keseluruhan, meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan karena dilakukan dalam konteks permainan video, hasilnya menunjukkan bahwa “kiamat” berlangsung cukup damai. Bahkan, menjelang akhir permainan muncul perilaku prososial di antara para pemain.
“Temuan kami menunjukkan bahwa percakapan di kanal obrolan justru menjadi lebih positif seiring mendekatnya akhir permainan. Hal ini menandakan bahwa hubungan sosial di antara pemain semakin kuat,” tulis tim peneliti dalam kesimpulannya.
Selain itu, mereka juga menemukan bahwa pemain yang bertahan hingga akhir cenderung membentuk kelompok kecil sementara yang semakin aktif menjelang “akhir dunia”.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Proceedings of the 26th International Conference on World Wide Web Companion, dan versi pracetaknya dapat diakses melalui arXiv.
