Banjir Bali Terkini! Air Mulai Surut, Korban Bertambah, Namun Proses Evakuasi Tetap Berlanjut
Fri, 12 Sep 2025Posted by AdminPada hari kedua kunjungannya di Bali, Kamis (11/9), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau sejumlah posko pengungsian di Kota Denpasar untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana banjir yang melanda sejak Rabu (10/9). Berdasarkan pantauan lapangan, genangan air di sebagian besar wilayah sudah mulai surut. Saat ini, tim gabungan fokus pada pencarian korban yang dilaporkan hilang, serta pembersihan material banjir termasuk penyedotan air di Basement Pasar Badung dan titik-titik rawan lainnya.
“Di Pasar Badung, proses penyedotan air terus dilakukan. Untuk mempercepat, kami juga mendatangkan pompa tambahan dari luar Bali,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan kondisi cuaca yang lebih kondusif dan situasi yang berangsur pulih, masa status tanggap darurat yang semula direncanakan 14 hari kini dipangkas menjadi 7 hari. “Secara umum, kondisi Bali pascabanjir berangsur normal dan terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, BNPB mengumumkan adanya penambahan jumlah korban jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal meningkat dari 14 orang menjadi 16 orang setelah salah satu korban hilang berhasil ditemukan pada Kamis sore.
Rincian korban jiwa terdiri dari 10 orang di Denpasar, tiga di Gianyar, dua di Jembrana, dan satu di Badung. Dengan demikian, seluruh korban banjir yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan.
Bencana banjir ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bali lebih dari 24 jam. Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah bersama otoritas terkait telah menetapkan status siaga darurat selama satu minggu ke depan.
BMKG melaporkan bahwa intensitas hujan di Bali mulai menurun. Hal ini memberi peluang bagi pemerintah provinsi dan aparat gabungan untuk mempercepat pemulihan. Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan lokal kini dikerahkan untuk membantu evakuasi, pencarian korban, pembersihan material banjir, serta normalisasi fasilitas umum.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan lebih dari 300 prajurit TNI AD telah diterjunkan di berbagai lokasi terdampak. “Kodam IX/Udayana juga menyiapkan dapur umum dan posko darurat guna mendukung distribusi logistik serta kebutuhan para pengungsi,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis kondisi Bali pascabanjir dapat segera pulih, dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
