Warna-Warni Tradisi Ramadan Di Penjuru Negeri
Thu, 12 Feb 2026Posted by AdminTinggal menghitung hari untuk kita melakukan ibadah puasa Ramadan. Di beberapa daerah terdapat tradisi dalam menyambut Ramadan sebagai bentuk melestarikan budaya dan istiadat daerah setempat. Berikut tradisi daerah dalam menyambut bulan Ramadan yang dilansir dari situs resmi Kemenparekraf.
1. Cucurak (Jawa Barat)
Cucurak mempunyai arti bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga besar dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan makan bersama beralas daun pisang dan duduk lesehan dengan menu mulai dari nasi liwet, tempe, ikan asin, sambal serta lalapan. Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi dan ajakan untuk saling bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan.
2. Nyorog (Jakarta)
Nyorog adalah tradisi masyarakat betawi dengan kegiatan memberikan bingkisan makanan kepada anggota yang lebih tua, baik kepada orang tua atau mertua yang sudah beda rumah, maupun tokoh daerah setempat. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjalin silaturahmi guna mempererat tali persaudaraan antar sesama.
3. Padusan (Yogyakarta)
Padusan dalam bahasa Jawa memiliki arti mandi (padus). Tradisi ini dilakukan dengan penyucian diri sekaligus membersihkan jiwa dan raga dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ini juga menjadi momen untuk merenung dan introspeksi diri atas kesalahan yang pernah diperbuat supaya kedepannya dapat menjalankan ibadah dalam kondisi suci lahir dan batin.
4. Meugang (Aceh)
Meugang atau Haghi Mamagang sudah dilakukan sejak zaman Kerajaan Aceh Darussalam (abad ke-14). Tradisi ini dilakukan dengan kegiatan memasak daging sapi, kambing atau kerbau yang disantap bersama seluruh anggota keluarga, kerabat, atau yatim piatu. Kegiatan ini seringkali dilakukan sehari sebelum Ramadan atau saat menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha.
5. Marpangir (Sumatera Utara)
Marpangir merupakan tradisi mandi secara tradisional dengan daun atau rempah seperti daun pandan, serai, bunga mawar, kenanga, jeruk purut, daun limau, akar wangi, dan bunga pinang wewangian. Tradisi ini dilakukan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan.
6. Malamang (Sumatera Barat)
Malamang menjadi tradisi yang dilakukan dengan membuat makanan tradisional lemang. Di balik kesederhanaan dalam pembuatannya terdapat tujuan lain yakni untuk memupuk rasa kebersamaan antar masyarakat minangkabau.
7. Mattunu Solong (Sulawesi Barat)
Mattunu Solong merupakan tradisi yang dilakukan dengan menyalakan pelita tradisional berbahan dasar buah kemiri dan ditumpuk dengan kapuk, lalu dililitkan pada potongan bambu. Pelita tersebut ditempel di pagar, halaman, anak tangga, pintu masuk, hingga dapur. Tujuannya untuk memohon kepada Tuhan agar senantiasa memberikan kesehatan dan umur panjang supaya bisa menunaikan ibadah puasa dengan lancar.
8. Megibung (Bali)
Megibung menjadi tradisi yang dilakukan dengan kegiatan memasak dan makan bersama sambil duduk melingkar. Tradisi ini memiliki penataan makanan yang unik dengan nasi yang diletakkan pada wadah yang disebut gibungan dan lauknya disajikan di sebuah alas karangan. Tujuan dari Megibung adalah untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
9. Pacu Jalur (Riau)
Pacu Jalur menjadi tradisi yang sempat viral di sosial media. Ini merupakan tradisi lomba perahu tradisional yang diakhiri dengan kegiatan bersuci di sungai menjelang matahari terbenam hingga malam.
