Jangan Asal Kasih Hadiah! Ini Risiko Janjikan Sesuatu Agar Anak Puasa

Jangan Asal Kasih Hadiah! Ini Risiko Janjikan Sesuatu Agar Anak Puasa

Thu, 12 Feb 2026Posted by Admin

Bulan puasa sudah mendekati, banyak orang tua kerap memberikan janji kepada anaknya yang sedang belajar untuk berpuasa. Janji tersebut kadang berupa hadiah mainan, uang, atau barang lain jika dia dia mampu untuk menahan makan dan minum sampai waktu tertentu. Namun, Mira Amir selaku psikolog anak menilai bahwa memberikan hadiah bukan unsur utama untuk mengajarkan anak dalam berpuasa.

Menurutnya, orang tua menginginkan hasil yang instan dengan hanya menjanjikan hadiah dibandingkan mendampingi anak secara emosional ketika mereka melakukan puasa. Proses ketika anak menahan makan dan minum justru lebih sulit daripada memberikan janji materi. Mira tidak menyebut bahwa reward menjadi sesuatu yang keliru. Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut dapat memiliki dampak psikologis jika dilakukan secara terus-menerus.

Jika puasa selalu dikaitkan dengan hadiah, maka anak akan terbiasa untuk beribadah karena adanya dorongan dari luar secara material. Padahal sesungguhnya orang tua mengajarkan supaya anak berpuasa dengan memahami maknanya, bukan karena mengejar imbalan.

Dalam jangka panjang, pola seperti ini berisiko untuk membuat anak kehilangan motivasi jika hadiahnya tidak diberikan lagi. Bahkan lebih parahnya anak tidak mau berpuasa atau beribadah lagi jika tidak ada imbalan yang dijanjikan. Mira mendorong agar orang tua bisa lebih fokus membangun suasana positif ketika mengajak anak berpuasa. Anak perlu diberi kepercayaan bukan ditekan dengan transaksi hadiah.

Parenting dengan cara sederhana seperti mengakui rasa lelah pada anak, mengajak sahur dengan tenang, serta memberi pemahaman kepada anak untuk mencoba berbagai hal sesuai dengan kemampuannya justru dinilai lebih efektif. Berdasarkan cara tersebut, anak dapat belajar untuk membangun motivasi dalam diri sendiri sehingga anak merasa berpuasa adalah menjadi suatu pilihan bukan kewajiban yang harus dibayar dengan hadiah.

Mira menegaskan bahwa puasa puasa itu memberikan pembelajaran jangka panjang, bukan hanya sekedar membuat anak kuat menahan lapar, tetapi membantu anak memahami nilai ibadah yang sehat dan berkelanjutan.