Tren Matcha Meningkat, Berikut Risikonya Jika Konsumsi Berlebihan!

Tren Matcha Meningkat, Berikut Risikonya Jika Konsumsi Berlebihan!

Tue, 16 Sep 2025Posted by Admin

Matcha kini tengah populer di kalangan pecinta kuliner. Banyak kafe dan restoran menawarkan menu bernuansa matcha. Meski dikenal menyehatkan, konsumsi matcha tetap perlu dibatasi karena jika berlebihan bisa menimbulkan efek samping.

Matcha berasal dari teh hijau Camellia sinensis yang digiling halus. Daunnya ditanam dalam kondisi teduh sehingga kaya klorofil dan asam amino, menghasilkan warna hijau cerah khas matcha. Sama seperti teh hijau, matcha mengandung katekin, antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, kandungan kafein yang cukup tinggi dapat menimbulkan masalah jika dikonsumsi berlebihan.

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Matcha

1. Gangguan pencernaan

Jika diminum berlebihan, terutama saat perut kosong, matcha bisa menyebabkan kembung, mual, refluks asam, hingga rasa gelisah akibat stimulasi kafein.

2. Risiko anemia

Senyawa EGCG dalam matcha dapat menghambat penyerapan zat besi. Hal ini berisiko memperparah anemia, terutama pada orang yang sudah kekurangan zat besi. Konsumsi bersamaan dengan susu juga bisa memperburuk penyerapan zat besi.

3. Paparan zat beracun

Tanaman teh dapat menyerap logam berat seperti timbal atau arsenik dari tanah. Karena matcha menggunakan seluruh daun, potensi paparan lebih tinggi dibanding teh hijau biasa. Oleh sebab itu, sebaiknya pilih matcha organik yang terjamin aman.

4. Gangguan tidur

Kandungan kafein matcha (70–140 mg per sajian) hampir setara dengan kopi. Jika diminum berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur, matcha bisa menyebabkan sulit tidur hingga insomnia.

5. Meningkatkan kecemasan

Pada orang yang sensitif terhadap kafein, matcha bisa memicu jantung berdebar, rasa gugup, hingga memperburuk gejala kecemasan.

Beberapa laporan medis juga mencatat bahwa konsumsi matcha terlalu sering dapat memperburuk kondisi anemia pada individu yang rentan kekurangan zat besi. Hal ini disebabkan oleh polifenol dalam matcha yang mampu mengikat zat besi di usus sehingga menghambat penyerapannya. Untuk mengurangi risiko tersebut, matcha sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan. Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan vitamin C juga dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik dan menyeimbangkan efek dari matcha.