The 27th Indonesia Accounting Fair International Seminar

The 27th Indonesia Accounting Fair International Seminar

Mon, 23 Feb 2026Posted by Admin

Indonesia Accounting Fair (IAF) merupakan ajang internasional bergengsi yang diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kegiatan ini dirancang sebagai wadah yang mengintegrasikan pemahaman akademik dengan praktik profesional, sehingga peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga perspektif nyata dari dunia industri. Melalui pendekatan tersebut, IAF berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis global sekaligus memperluas jejaring lintas sektor.

Pada penyelenggaraan yang ke-27, IAF menghadirkan ekosistem kegiatan yang komprehensif melalui rangkaian program unggulan, yaitu Pre-Event Talk Show, International Seminar, Training and Company Visit, Accounting Competition, serta Business Case Competition. Seluruh rangkaian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis peserta sekaligus mendorong terciptanya inovasi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi global. 

Sebagai salah satu agenda utama, International Seminar IAF ke-27 diselenggarakan pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, FISIP Universitas Indonesia. Seminar tahun ini mengangkat tema “Beyond Digital Precision: Advancing Market Agility Through Accounting Insights”, yang merefleksikan urgensi integrasi teknologi digital dengan wawasan akuntansi dalam menciptakan ketangkasan organisasi menghadapi dinamika pasar modern. Pembahasan tema tersebut dielaborasi secara mendalam melalui dua sesi diskusi strategis yang menghadirkan perspektif konseptual maupun aplikatif.

Sesi pertama berfokus pada transformasi profesi akuntansi di tengah era disrupsi teknologi. Diskusi mencakup perubahan peran akuntan dari fungsi administratif menuju fungsi strategis, pentingnya adaptasi terhadap otomatisasi dan integrasi sistem, serta sinergi antara kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan pertimbangan profesional manusia dalam mempercepat pengambilan keputusan bisnis. Selain itu, sesi ini juga menyoroti aspek regulasi dan etika dalam implementasi teknologi pada praktik akuntansi, yang menjadi faktor penting dalam menjaga integritas profesi di tengah kemajuan digitalisasi.

Sementara itu, sesi kedua menitikberatkan pada implementasi praktis dalam ekosistem keuangan modern. Pembahasan meliputi strategi optimalisasi teknologi untuk memperkuat fungsi keuangan dan akuntansi organisasi, pendekatan penerapan akuntansi digital dalam mengatasi keterbatasan operasional, hingga praktik penggunaan sistem akuntansi berbasis teknologi dalam lingkungan bisnis berskala global. Fokus pada aspek implementatif ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang yang dihadapi perusahaan dalam proses transformasi digital. 

Kehadiran International Seminar IAF ke-27 sebagai forum akuntansi internasional diperkuat dengan partisipasi pembicara dari berbagai sektor industri dan institusi global. Para narasumber turut berkontribusi dalam berbagai sesi, mulai dari Opening Remarks, Keynote Speech, hingga Moderated Discussion. Tokoh-tokoh profesional yang hadir antara lain Sandiaga Uno (Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), Sumit Popli (Partner McKinsey & Company), Didi Laksana (Director of SAP KPMG), Sylvanus Gani Mendrofa (Chief Financial Officer Adira Finance), Tomi Parisianto Wibowo (Associate Partner Parker Russell Indonesia), Deni Poerhadiyanto (Dewan Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia), Faransyah Agung Jaya (CEO One Integra Ventures), Ponco Widagdo (Director of Assurance PwC Indonesia), Hengky Jaya (Certified Accounting Specialist), Umarudin Zaenuri (Founder/Tech Advisor PT Reka Karya Teknologi), serta Evy Yulianti (Services Account Executive Microsoft Indonesia). Kehadiran pembicara lintas sektor ini mencerminkan komitmen IAF dalam menjembatani perspektif kebijakan, praktik profesional, dan inovasi teknologi dalam industri keuangan.

Eksplorasi Strategis: Evolusi Peran Akuntan di Era Digital

Dalam pemaparannya, Sumit Popli menyoroti dinamika pasar global yang semakin kompleks akibat percepatan adopsi AI dan perubahan struktur tenaga kerja. Ia menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi serta risiko geopolitik yang meningkat menuntut fungsi keuangan untuk berkembang menjadi mitra bisnis strategis yang mampu menciptakan nilai organisasi. Keberhasilan di masa depan, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam menguasai teknologi digital sekaligus menghasilkan wawasan finansial yang berdampak nyata terhadap kinerja bisnis.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Tomi Parisianto Wibowo yang menyoroti kondisi banyak organisasi yang masih menempatkan fungsi akuntansi sebagai unit back-office dengan proses manual dan data yang terfragmentasi. Ia menegaskan bahwa adopsi otomatisasi dan integrasi sistem bukan hanya upaya meningkatkan efisiensi, tetapi merupakan perubahan mendasar yang memungkinkan akuntan berfokus pada analisis strategis serta memberikan dukungan keputusan yang lebih proaktif bagi manajemen.

Implementasi dan Adaptabilitas dalam Ekosistem Bisnis Nyata

Pada sesi kedua, pembahasan beralih pada tantangan implementasi teknologi dalam praktik organisasi. Ponco Widagdo mengungkapkan bahwa sebagian besar inisiatif transformasi digital berpotensi gagal apabila hanya menitikberatkan pada aspek teknologi tanpa memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, proses bisnis, integritas data, serta sistem pengendalian internal. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.

Hengky Jaya menambahkan bahwa sistem akuntansi digital yang saling terhubung mampu menciptakan konsep single source of truth, sehingga informasi keuangan dapat diakses secara konsisten dan real-time oleh berbagai departemen. Dalam kondisi tersebut, peran akuntan berkembang menjadi analis dan interpreter data yang mampu memberikan wawasan profitabilitas secara cepat dan akurat.

Sebagai penutup sesi, Umarudin Zaenuri menyoroti tantangan kontemporer yang muncul seiring perkembangan teknologi, termasuk kompleksitas pelaporan keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) serta ancaman keamanan siber berbasis AI. Ia menekankan pentingnya penyusunan roadmap transformasi yang terukur dan penerapan manajemen perubahan yang efektif untuk meminimalkan risiko kegagalan dalam implementasi teknologi. 

Melalui berbagai perspektif yang disampaikan para pembicara, International Seminar IAF ke-27 menegaskan bahwa masa depan profesi akuntansi terletak pada perpaduan antara presisi teknologi dan kebijaksanaan profesional manusia dalam menciptakan nilai strategis bagi organisasi.

Kesimpulan: Menavigasi Masa Depan Akuntansi Strategis

Secara keseluruhan, International Seminar dalam rangkaian Indonesia Accounting Fair ke-27 menyimpulkan bahwa profesi akuntansi telah mengalami pergeseran fundamental dari fungsi administratif menuju peran strategis dalam pengambilan keputusan bisnis. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia, melainkan sebagai alat yang memperkuat kemampuan akuntan dalam menghasilkan wawasan finansial yang interpretatif dan bernilai tambah.

Dengan mengintegrasikan teknologi dan pertimbangan profesional secara seimbang, fungsi akuntansi diharapkan mampu meningkatkan ketahanan organisasi serta menciptakan nilai berkelanjutan di tengah volatilitas ekonomi global. Keberhasilan penyelenggaraan IAF ke-27 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu forum dan kompetisi akuntansi internasional paling prestisius yang diinisiasi oleh mahasiswa di Indonesia. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri yang terbangun melalui kegiatan ini mencerminkan dedikasi tinggi mahasiswa Akuntansi Universitas Indonesia dalam menciptakan ruang dialog strategis yang inklusif dan berdampak.

Melalui forum ini, IAF tidak hanya menjadi sarana pengembangan kompetensi, tetapi juga berperan sebagai katalis dalam mencetak generasi profesional yang tangkas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.