Manfaatkan Teknologi AI : Trik Baru Hemat Tiket Pesawat
Wed, 27 Aug 2025Posted by AdminSeorang pakar keuangan mengklaim beberapa perintah sederhana ke ChatGPT untuk membantunya menghemat lebih dari 700 pound sterling atau sekitar Rp15 juta untuk tiket penerbangan.
Kehadiran ChatGPT yang semakin pintar, berhasil mempermudah pakar tersebut untuk menghemat uang untuk perjalanannya. ChatGPT kini dapat dianggap sebagai asisten pribadi perjalanan seseorang. Seorang pakar keuangan mengklaim bot ini membantunya berhemat untuk penerbangannya.
Casper Opala, atau lebih dikenal sebagai Casper Capital di media sosial, memiliki lebih dari delapan juta pengikut dan kerap membagikan trik hemat biaya, khususnya untuk perjalanan.
Baru-baru ini, ia mengklaim berhasil mendapatkan tiket pesawat hanya seharga 70 pound sterling, padahal harga aslinya lebih dari 700 pound sterling, dengan bantuan AI populer.
Dilansir Mirror, rahasia hemat itu hanya melalui tujuh langkah sederhana yang bisa langsung disalin dan ditempel, sehingga menghemat waktu dibanding harus membuka banyak tab di berbagai situs perjalanan.
Meski beberapa trik ini sudah lama dikenal bahkan sebelum ChatGPT hadir, AI ini membuat prosesnya jauh lebih cepat karena mampu mengumpulkan data dalam hitungan detik.
Inilah tujuh perintah ChatGPT yang dipakai Casper Capital untuk mencari tiket:
1. Temukan cara termurah terbang dari [Kota A] ke [Kota B] bulan depan, sertakan rute tersembunyi dan bandara alternatif.
2. Maskapai murah apa yang melayani rute ini tetapi tidak tercantum di Google Flights atau Skyscanner?
3. Sarankan kota transit yang bisa menekan harga, meski perlu dua kali pemesanan.
4. Cari apakah ada mistake fares, diskon mendadak, atau tiket super murah dari bandara terdekat bulan ini.
5. Bandingkan harga penerbangan di semua platform, mana yang paling murah saat ini.
6. Pantau harga rute ini selama empat hari dan beri tahu jika turun di bawah normal.
7. Periksa apakah membeli tiket sekali jalan lebih murah daripada tiket pulang-pergi.
Walau bermanfaat, pakar perjalanan Laura Pomer lewat TravelBook mengingatkan agar pengguna tetap berhati-hati. Menurutnya, AI rentan terhadap kesalahan karena selalu berusaha memberikan jawaban, padahal ChatGPT tidak memiliki akses langsung ke data pemesanan maskapai. Artinya, informasi harga bisa saja tidak akurat.
Meski demikian, Laura menilai AI tetap bisa menjadi alat pendukung, selama pengguna selalu melakukan pengecekan ulang karena tidak ada jaminan harga pasti.
