Grand Summit UI SDGs Summit (UISS) 2025 : Universitas Indonesia Kembali Memantapkan Posisinya Sebagai Kampus Pionir Isu Pembangunan Berkelanjutan

Grand Summit UI SDGs Summit (UISS) 2025 : Universitas Indonesia Kembali Memantapkan Posisinya Sebagai Kampus Pionir Isu Pembangunan Berkelanjutan

Mon, 24 Nov 2025Posted by Admin

Universitas Indonesia kembali memantapkan posisinya sebagai kampus pionir isu pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Grand Summit UI SDGs Summit (UISS) 2025 yang telah digelar pada 19 November 2025 di Balai Purnomo, Universitas Indonesia. Tahun ini, acara utama tersebut mengusung tema “Countdown to 2030: Enhancing Enforcement Towards SDGs”, sebuah tema yang menyoroti urgensi penegakan implementasi SDGs lima tahun menjelang tenggat 2030. Jika selama ini diskursus SDGs sering berfokus pada edukasi, kampanye, dan perumusan target, maka Grand Summit UISS 2025 memindahkan sorotan pada aspek yang lebih krusial: bagaimana memastikan kebijakan benar-benar ditegakkan, program dijalankan konsisten, dan komitmen pemerintah maupun sektor swasta dipantau secara akuntabel.

Mengacu pada materi resmi acara, Grand Summit tahun ini menghadirkan jajaran pembicara dari bidang lingkungan, advokasi pembangunan, keuangan berkelanjutan, serta industri kreatif. Bapak Anies Baswedan memberikan dukungannya melalui video special remarks yang ditayangkan di awal acara. Acara juga dibuka dengan sambutan Project Officer UISS 2025, yaitu Sahara Rysda. Selain itu, Muharwan Syahroni, selaku Environmental Safety and Health Deputy Head of HSE Harita Nickel, yang membahas peran sektor industri dalam mendorong pemenuhan indikator SDGs melalui praktik keselamatan lingkungan dan pengelolaan industri yang bertanggung jawab. Sementara itu, Junito Drias, Advocacy and External Engagement Manager Wahana Visi Indonesia, yang mengangkat pentingnya advokasi kebijakan berbasis hak serta bagaimana organisasi masyarakat sipil memastikan pemerintah benar-benar melaksanakan komitmen mereka terhadap tujuan-tujuan pembangunan, khususnya perlindungan kelompok rentan. Di sisi lain, perspektif ekonomi dan literasi berkelanjutan akan disampaikan oleh Apt. David Wijaya, Founder “Menyurus Rantai” yang dikenal sebagai investment storyteller dan financial planner. Ia akan menyoroti urgensi literasi keuangan hijau, investasi berprinsip ESG, serta kontribusi generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.

 

Tidak hanya itu, Grand Summit 2025 juga menghadirkan Phillip Maxwell, Cast dari Clash of Champions Season 2, sebagai guest speaker yang membawa sudut pandang anak muda dan sektor kreatif. Kehadirannya memperlihatkan bahwa kampanye keberlanjutan tidak hanya datang dari birokrat atau akademisi, tetapi juga dari figur yang dekat dengan generasi Z dan media populer. Dari ranah akademik internasional, Dr. Gurion Ang, Director of Bachelor of Science dari The University of Queensland, hadir sebagai keynote speaker dengan pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi global dan standar ilmiah yang kuat dalam penegakan SDGs lintas negara. Acara juga dibuka oleh Nara Masista Rakhmatia, Deputy Director for the Rights of Vulnerable Groups dari Kementerian Luar Negeri, yang menekankan posisi Indonesia dalam memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dalam proses pencapaian SDGs. 

Selain menghadirkan pembahasan substantif, Grand Summit UI SDGs Summit 2025 juga menawarkan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari free lunch, free drink, hadiah voucher Coffee Toffee, hingga goodie bag senilai hingga 500 ribu rupiah. Panitia juga menyediakan doorprize TWS bagi peserta beruntung. Dukungan dari berbagai sponsor industri, mulai dari produk pangan, minuman, energi, lifestyle, hingga kosmetik, menunjukkan antusiasme sektor swasta dalam mendukung inisiatif edukasi dan penguatan SDGs. Kehadiran media partner nasional turut memastikan pesan dan hasil diskusi dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Secara keseluruhan, materi Grand Summit UI SDGs Summit 2025 menunjukkan kualitas penyelenggaraan yang matang, relevan, dan ambisius. Komposisi pembicaranya kuat dan representatif dari berbagai sektor kunci, sementara tema tentang enhancing enforcement merupakan isu yang sangat relevan menjelang 2030 ketika dunia membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar komitmen. Dengan kombinasi konten akademis, advokasi, industri, dan suara generasi muda, acara ini berpotensi menjadi salah satu forum kampus paling berpengaruh dalam menggerakkan upaya pencapaian SDGs di Indonesia.