Kuliah Mahal! 31% Gen Z Memilih Untuk Tidak Kuliah

Kuliah Mahal! 31% Gen Z Memilih Untuk Tidak Kuliah

Wed, 21 May 2025Posted by Admin

Menurut Survei Deloitte Global 2025 Gen Z dan Millennial, hampir 31 persen dari Gen Z atau Gen Z memilih untuk tidak kuliah. Mayoritas alasan (39 persen) adalah mahalnya biaya kuliah.

Hasil survei menunjukkan bahwa Generasi Z juga tidak percaya bahwa pendidikan tinggi dapat memenuhi persyaratan pengalaman kerja nyata. Pelatihan, magang, dan pelatihan on-the-job (OJT) adalah pilihan lain bagi mereka yang menolak kuliah. Metode berbasis keterampilan ini dianggap lebih murah.

Laporan ini dibuat berdasarkan survei lapangan yang dilakukan pada 8.731 milenial dan 14.751 Gen Z dari 44 negara. Sebanyak 535 responden dari Indonesia, 326 di antaranya adalah Gen Z dan 209 milenial.

Sebagai catatan, responden Gen Z survei ini adalah mereka yang lahir antara Januari 1995 dan Desember 2006, sedangkan Gen Y adalah mereka yang lahir antara Januari 1983 dan Desember 1994.

Latar belakang responden ini beragam, mulai dari eksekutif di perusahaan multinasional di ekonomi pertunjukan hingga usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan gaji di bawah standar UMR hingga menganggur. Responden memiliki tingkat pendidikan yang beragam, mulai dari mahasiswa hingga lulusan sekolah menengah yang tidak melanjutkan sekolah.

Ada beberapa metode survei yang digunakan, yakni pertanyaan terbuka, wawancara tatap muka secara kualitatif, hingga survei online. Wawancara kualitatif dilakukan 19 Desember 2024 hingga 10 Januari 2025.​​

Faktor Gen Z Pilih Tak Kuliah

  • Kesulitan biaya (39%)
  • Kondisi keluarga atau kondisi pribadi (34%)
  • Ingin belajar dengan kondisi lebih fleksibel dan bisa diatur sendiri (26%)
  • Mencari jalur karier yang tidak butuh pendidikan tinggi, misalnya lewat magang dan pelatihan vokasi (25%)
  • Kurang minat pada pendidikan tradisional (21%)
  • Khawatir soal beban student loan/pinjaman mahasiswa (21%)
  • Sedang/berencana buka usaha/wirausaha (19%)
  • Merasa pendidikan tinggi tidak menyediakan skill yang dibutuhkan bagi lulusannya, misalnya teknologi yang berkembang pesat seperti AI (16%)

Hal yang Dikhawatirkan Gen Z soal Sistem Pendidikan Tinggi

  • Biaya kuliah mahal (40%)
  • Kualitas pendidikan (35%)
  • Peluang terbatas ke pengalaman praktis (28%)
  • Relevansi kurikulum ke pasar tenaga kerja (24%)
  • Panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk lulus kuliah (22%)
  • Kurang banyak opsi pembelajaran fleksibel (20%)

Bagaimana detikers Gen Z, apakah kamu memilih tetap kuliah?