Kolaps! 1.500 Restoran Di Jabodetabek Gulung Tikar

Kolaps! 1.500 Restoran Di Jabodetabek Gulung Tikar

Fri, 23 Jul 2021Posted by Admin

 

Sudah 1 tahun lebih sejak kasus pertama positif Covid-19 masuk ke Indonesia, sampai sekarang negeri ini belum bisa pulih. Kasus positif harian Covid-19 masih tepantau tinggi beberapa pekan terakhir ini.

Tingginya kasus positif Covid-19 memaksa pemerintah harus membuat berbagai kebijakan pembatasan-pembatasan untuk menekan angka kasus penularan Covid-19. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi, banyak usaha-usaha yang merasakan imbasnya sampai harus mengurangi pegawai, bahkan ada yang harus gulung tikar.

Salah satu bisnis usaha yang terpukul oleh pandemi ini adalah restoran. Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin menjelaskan COVID-19 keadaannya tambah parah, dan memukul bisnis restoran. Sebab, ketika virus Corona melonjak, restoran selalu jadi sasaran pembatasan kegiatan.

"Kalau restoran-restoran sih saya kira habis ya napasnya untuk bulan bulan Juli ini, sudah banyak yang sudah kolaps, gulung tikar banyak, bulan Juli ini sudah berat sekali. Ini kan kita sudah satu setengah tahun dan hampir 12 kali PSBB, PPKM, selalu sasaran tembaknya kan restoran sama mal tutup," katanya saat dihubungi detikcom Kamis (22/7/2021).

 

Emil menjelaskan, di Jabodetabek saja sudah ada 1.033 restoran yang tutup permanen per Desember 2020 lalu, dan 400 lebih tutup sementara. Ia memperkirakan 400-an restoran yang tutup sementara sekarang sudah tutup permanen, sehingga total restoran yang sudah gulung tikar mencapai 1.500. Sebelumnya Emil juga mengatakan, sebanyak 200 ribu orang pegawai restoran kena PHK karena pandemi Corona, ditambah dengan pembatasan yang dilakukan.

Melihat fakta-fakta tersebut sungguh sangat memperihatinkan. Mari bersama kita berusaha sembuh dan bangkit dengan menekan angka penularan virus Covid-19 agar pandemi ini segera berakhir. Jangan lupa untuk tetap patuh pada aturan yang berlaku dan selalu laksanakan protokol kesehatan 5M, dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi.