Karhutla : BNPB Minta Pemprov Riau Tetapkan Darurat Bencana
Wed, 23 Jul 2025Posted by AdminBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau Pemprov Riau segera menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ketika status itu telah ditetapkan, pemerintah pusat akan lebih leluasa menerjunkan bantuan.
"Pemerintah Provinsi harus (tetapkan) tanggap darurat bencana, supaya pemerintah pusat dapat leluasa memberikan bantuan kepada pemerintah daerah," ujar Suharyanto seperti dikutip dari siaran pers BNPB, Selasa (22/7).
Sehari sebelumnya, Senin (21/7), Suharyanto bersama dengan Wamenhut, WamenLH, dan Forkopimda Riau melakukan pantauan dari udara atas kondisi karhutla di Riau.
Suharyanto mengatakan seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan sampai dengan 20 Juli 2025.
"Paling besar Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar," ucap Suharyanto.
Selain itu, Suharyanto mengatakan BNPB kembali memberikan upaya-upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Helikopter Patroli yang sebelumnya hanya satu unit, akan ditambah menjadi dua unit. Kemudian Helikopter Waterbombing ditambahkan menjadi lima unit.
"Heli patroli dan waterbombing kita tambahkan, hari Rabu akan kita masukan. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu, jika operasi modifikasi cuacanya tidak menemukan awan untuk dijadikan hujan." tambahnya.
Modifikasi cuaca
Selain itu, Suharyanto mengatakan BNPB juga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk percepatan penanganan karhutla. Sebelumnya BNPB beserta kementerian/lembaga terkait telah melakukan OMC untuk tahap 1 tanggal 1 hingga 7 Mei 2025, tahap 2 tanggal 7 sampai 12 Mei 2025.
Kini, pihaknya melakukan OMC tahap 3 selama lima hari sejak awal pekan ini.
"Mulai tadi [Senin] pagi OMC dilakukan, kami cek sudah turun hujan walaupun belum merata seluruh Provinsi Riau. Akibat OMC tahap 3 tadi Subuh, di wilayah Indragiri Hilir, Kuala Kampar, Siak, Batang Cenaku dan Bangkinang, masih kecil-kecil curah hujannya karena tergantung dengan pertumbuhan dengan awan hujan," tutur Suharyanto.
"Sebelumnya, OMC yang telah dilakukan dari Mei diharapkan semoga sudah ada lumbung air dan lahan gambut juga tidak terlalu kering," lanjutnya.
Selain itu, Suharyanto mengatakan BNPB kembali memberikan upaya-upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Helikopter Patroli yang sebelumnya hanya satu unit, akan ditambah menjadi dua unit. Kemudian Helikopter Waterbombing ditambahkan menjadi lima unit.
"Heli patroli dan waterbombing kita tambahkan, hari Rabu akan kita masukan. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu, jika operasi modifikasi cuacanya tidak menemukan awan untuk dijadikan hujan." tambahnya.
Modifikasi cuaca
Selain itu, Suharyanto mengatakan BNPB juga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk percepatan penanganan karhutla. Sebelumnya BNPB beserta kementerian/lembaga terkait telah melakukan OMC untuk tahap 1 tanggal 1 hingga 7 Mei 2025, tahap 2 tanggal 7 sampai 12 Mei 2025.
Kini, pihaknya melakukan OMC tahap 3 selama lima hari sejak awal pekan ini.
"Mulai tadi [Senin] pagi OMC dilakukan, kami cek sudah turun hujan walaupun belum merata seluruh Provinsi Riau. Akibat OMC tahap 3 tadi Subuh, di wilayah Indragiri Hilir, Kuala Kampar, Siak, Batang Cenaku dan Bangkinang, masih kecil-kecil curah hujannya karena tergantung dengan pertumbuhan dengan awan hujan," tutur Suharyanto.
"Sebelumnya, OMC yang telah dilakukan dari Mei diharapkan semoga sudah ada lumbung air dan lahan gambut juga tidak terlalu kering," lanjutnya.
