DIGIFAIR 2025: Refleksi Mahasiswa Mengungkap Keajaiban Dunia Digital Masa Kini

DIGIFAIR 2025: Refleksi Mahasiswa Mengungkap Keajaiban Dunia Digital Masa Kini

Fri, 18 Jul 2025Posted by Admin

Dunia digital terus berkembang menjadi ruang hidup yang penuh dengan segudang kemungkinan di dalamnya. Menjawab kenyataan tersebut, HIMA Digital Communication Universitas Mercu Buana menghadirkan DIGIFAIR 2025, dengan tema besar "Unveiling the Wonders of the Digital Age.”. Melalui acara ini, khalayak terutama mahasiswa diajak untuk mengungkap keajaiban dunia digital, yang selama ini mungkin hanya digunakan tanpa benar-benar menyadari potensinya. Dimana media digital, diciptakan tidak hanya menjadi sarana hiburan semata, tapi juga dapat dijadikan sebagai ruang reflektif dan kreatif guna menciptakan karya, cerita, hingga berinovasi. Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa diajak untuk mengeksplorasi potensi teknologi digital sebagai ruang hidup untuk berkarya dan

berinovasi. Acara ini dibuka dengan pameran karya bernama DIGIMOORS yang menampilkan hasil lomba poster, video reels, dan fotografi. Sebagai bentuk wadah penyampaian pesan, ide, dan sudut pandang mahasiswa terhadap dunia digital. Di hari yang sama, terdapat pula sesi diskusi terbuka bertajuk “KACANG: Kami Berbincang” yang mengangkat tema “Where Digital Magic Begins.” Melalui acara tersebut, peserta dibuat melihat lebih luas, bagaimana dunia digital telah mengubah cara belajar, berkomunikasi, dan memaknai informasi. Diskusi ini berjalan dengan santai bersama dua narasumber muda yang kompatibel di bidangnya, guna menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terhadap perkembangan teknologi yang kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari

Adapun Hari kedua sekaligus puncak acara, digelar talkshow dengan nama DIGITALK. Menghadirkan narasumber Indian Akbar, aktor sekaligus content creator yang telah aktif membangun karyanya di media sosial. Mengangkat tema “From Scroller to Creator” sesi ini menyoroti perjalanan kreatif di era media sosial, serta bagaimana individu dapat bertransformasi dari konsumen pasif menjadi pembuat konten yang mempunyai nilai dan makna. Selain itu, rangkaian acara ini juga turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan yang relatable dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari keresahan yang kerap kali dirasakan pengguna media sosial hingga fenomena digital flexing, dimana penampilan di dunia virtual lebih diutamakan dibanding kenyataan. Rangkaian acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dari pra-acara, sebagai bentuk penghargaan terhadap upaya dan kreativitas mahasiswa dalam mengolah ide menjadi sebuah karya. DIGIFAIR 2025 menjadi bukti bahwa generasi muda mempunyai potensi besar untuk berkontribusi di ranah digital. Hal ini dikarenakan pada era ini, keajaiban tak lagi sesuatu yang ditunggu, tapi sesuatu yang dapat diciptakan bersama.