Dari Kampus Ke Dunia Profesional: UII LEGALPRENEURSHIP 2025 Buka Jalan Baru Mahasiswa FH UII

Dari Kampus Ke Dunia Profesional: UII LEGALPRENEURSHIP 2025 Buka Jalan Baru Mahasiswa FH UII

Wed, 10 Dec 2025Posted by Admin

UII LEGALPRENEURSHIP merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengembangan Karier Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII) yang dirancang sebagai ruang bertemu antara mahasiswa dan dunia profesional. Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa difasilitasi untuk menjalin relasi dengan praktisi, alumni, maupun berbagai institusi hukum, sehingga mereka dapat mengakses informasi, pengalaman, dan peluang kerja yang relevan. Program ini sekaligus mendorong mahasiswa mulai menyusun arah karier secara lebih terarah, dengan dukungan wawasan dan jejaring yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Pada tahun ini, UII LEGALPRENEURSHIP mengusung tema “Adapting to Society 5.0: Unlocking New Perspectives and Developing Adaptive Competencies for Future Legal Careers”. Tema tersebut mencerminkan komitmen penyelenggara untuk mencetak calon praktisi hukum yang mampu bergerak cepat dalam lanskap global yang berubah cepat. Di tengah transformasi digital yang semakin kompleks, lulusan hukum dituntut tidak hanya memahami teori dan praktik, tetapi juga siap merespons tantangan masa depan dengan perspektif inovatif dan kompetensi adaptif. Karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kecakapan intelektual, emosional, dan profesional mahasiswa agar mereka dapat tampil sebagai generasi jurist yang tangguh secara moral, peka terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki visi yang relevan bagi pembangunan hukum di tingkat nasional maupun internasional.

Pelaksanaan UII LEGALPRENEURSHIP 2025 digelar selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Desember. Hari pertama dibuka di Auditorium FH UII lantai 4 dengan opening ceremony dan pembukaan secara simbolis yang diwarnai penampilan tari Sumatra oleh Xaviera Unisi. Sesi materi kemudian diisi oleh Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni Universitas Islam Indonesia (DPKA UII), Bapak Allan Fatchan Gani Wardhana, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa Society 5.0 membawa pergeseran signifikan pada profesi hukum akibat perkembangan AI dan big data. Menurutnya, tugas-tugas hukum tidak hilang, melainkan berevolusi menjadi lebih strategis dan kolaboratif, sehingga keunggulan lulusan hukum akan ditentukan oleh kemampuan adaptasi dan diferensiasi kompetensi. Stadium General kemudian dilanjutkan oleh Bapak Dr. Dodi S. Abdulkadir, B.Sc., S.E., S.H., M.H. yang menyoroti pentingnya literasi digital, etika teknologi, dan penguatan kapasitas analitis sebagai prasyarat pendidikan hukum yang relevan di era baru ini.

Hari kedua menghadirkan Job Fair di Lobby FH UII lantai 1, menghadirkan berbagai law firm dan institusi yang membuka kesempatan interaksi langsung dengan mahasiswa melalui sesi Company Profile. Pengunjung juga disuguhi fasilitas LinkedIn Photo Session gratis, layanan konsultasi karier oleh konselor DPKA UII, serta dua workshop yang terselenggara atas kolaborasi dengan Jimly School Law and Government. Workshop tersebut mencakup pelatihan legal drafting dan legal tech, dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam industri hukum modern. Peserta juga memperoleh e-certificate resmi dari Jimly School sebagai nilai tambah portofolio karier.

Kemeriahan berlanjut di hari ketiga dengan lanjutan Job Fair, konsultasi karier, dan booth LinkedIn Photo Session, dilengkapi Photobooth gratis untuk mengabadikan momen sepanjang kegiatan. Di Auditorium, Seminar Law Firm menghadirkan pemateri Prof. Dr. H. KRH. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., yang menekankan bahwa calon praktisi hukum masa kini harus siap menghadapi integrasi AI dan sistem digital dalam praktik hukum. Ia menyoroti pentingnya penguasaan cyberlaw, privasi data, dan literasi digital sebagai kompetensi inti menuju Society 5.0.

Pada hari terakhir, rangkaian seminar ditutup oleh pemateri Bapak Dr. Sangun Ragahdo Yosodiningrat, S.H., LL.M., yang menekankan bahwa teknologi seperti blockchain, big data, dan AI mengubah wajah profesi hukum. Ia menegaskan bahwa lawyer masa depan perlu berpikir lintas disiplin, memahami regulasi teknologi, dan menguasai keterampilan analitis yang lebih mendalam. Setelah sesi materi, acara ditutup secara simbolis melalui closing ceremony yang turut dimeriahkan oleh penampilan tari Jawa dari Xaviera Unisi.

Ketua Pelaksana UII LEGALPRENEURSHIP 2025, Ryan Rezza Mahendra, menegaskan bahwa program ini bertujuan memberi gambaran nyata mengenai dunia kerja hukum kepada mahasiswa. Menurutnya, pengalaman langsung dan dialog kritis bersama para praktisi adalah fondasi penting untuk menilai kompetensi apa yang benar-benar diperlukan di lapangan. Ia menekankan bahwa profesi hukum menuntut ketajaman analisis, kesiapan mental, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat. Dengan pendekatan aplikatif berbasis pengalaman, Ryan berharap rangkaian kegiatan ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memetakan karier, memperkuat kemampuan diri, dan melangkah lebih percaya diri menuju dunia profesional yang semakin kompetitif.