Buku Cerita Animasi Dan Website Kampung Tugu: Jembatan Cerita Untuk Generasi Penerus

Buku Cerita Animasi Dan Website Kampung Tugu: Jembatan Cerita Untuk Generasi Penerus

Tue, 15 Jul 2025Posted by Admin

Jakarta, 15 Juli 2025 — Pagelaran Kampung Tugu tidak hanya menjadi panggung seni dan kuliner, tetapi juga momen penting bagi lahirnya dua karya yang menjadi jembatan untuk mengenalkan sejarah dan budaya Kampung Tugu kepada generasi muda: Buku Cerita Animasi Kampung Tugu dan Website Kampung Tugu. Kedua karya ini diinisiasi oleh Mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC26-3SP bersama masyarakat Kampung Tugu sebagai upaya menghidupkan kembali kisah-kisah kampung budaya ini dalam format yang lebih mudah diakses dan dinikmati.

Buku Cerita Animasi Kampung Tugu mengangkat kisah-kisah nyata dari perjalanan masyarakat Kampung Tugu sejak masa kedatangan leluhur mereka hingga kehidupan mereka saat ini. Melalui ilustrasi yang penuh warna dan cerita yang sederhana, buku ini berhasil menyentuh hati para pembacanya, terutama anak-anak sekolah dasar yang menjadi sasaran utama pembagian buku tersebut. Tidak sekadar menghibur, buku ini juga sarat nilai sejarah dan budaya yang ingin diwariskan.

Sementara itu, Website https://www.kampungtugu.site/ Kampung Tugu hadir sebagai etalase informasi budaya dan kegiatan kampung. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan sejarah Kampung Tugu, ragam tradisi, cerita tentang musik Keroncong Tugu, hingga informasi acara dan dokumentasi kegiatan budaya.

Website ini diharapkan menjadi pintu bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang Kampung Tugu, sekaligus menjadi ruang bersama untuk menjaga identitas kampung ini tetap hidup. 

“Kami berharap Buku Cerita Animasi dan Website Kampung Tugu ini bisa jadi cara baru untuk mengenalkan Kampung Tugu ke lebih banyak orang. Semoga bisa jadi bekal dan inspirasi bagi generasi mendatang.” ujar Raden Yudantyo Vito Adji, Ketua Pelaksana Pagelaran Kampung Tugu.

Menegaskan hal itu, Ibu Rensyi Michiels, Ketua IKBT, menambahkan, “Kami merasa sangat terbantu dari mahasiswa LSPR yang memberikan kami Website Kampung Tugu untuk kami mengenalkan Kampung Tugu ke masyarakat luas.  dan Para anak muda Kampung Tugu juga tidak hanya belajar desain, editing video, dan mengelola Website, tetapi juga memahami bagaimana membangun citra digital untuk memperkenalkan budaya kampung ke ruang yang lebih luas.”

Pagelaran Kampung Tugu menunjukkan bahwa pelestarian budaya tak hanya melalui panggung dan pertunjukan, tetapi juga lewat cerita dan karya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, serta membuka harapan baru untuk masa depan.